Tampilkan postingan dengan label Filosofi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filosofi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juni 2013

Filosofi Kupu-Kupu


Seorang anak kecil bermain di taman rumahnya. Sampai akhirnya ia merasa lelah dan berbaring dibawah pohon yang rindang. Saat tengah berbaring, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah benda yang bergerak-gerak di sebatang dahan.

Ia segera bangkit, mendekati dan kemudian mengamati benda tersebut, yang ternyata adalah sebuah kepompong kupu-kupu.

Calon kupu-kupu yang berada dalam kepompong itu menggeliat berusaha keluar. Namun karena lubang pada kepompong terlalu kecil, membuat calon kupu-kupu itu kesulitan untuk keluar.

Setelah sekian waktu mengeliat-geliat, kupu-kupu itu terdiam sejenak. Mungkin istirahat karena kecapaian. Anak kecil yang sedari tadi mengamati kejadian itu merasa iba melihatnya.

Dengan tekat ingin menolong sang kupu-kupu, anak itu berlari kerumahnya dan mengambil gunting, kemudian kembali ke kepompong itu. Dengan penuh kehati-hatian, sang anak membedah kepompong itu dengan guntingnya sehingga akhirnya kulit itu terbuka.

Anak itu merasa lega. Namun dia merasa heran, karena kupu-kupu itu badannya kecil, dan sayapnya tidak bisa mengembang dengan sempurna. Walau kupu-kupu itu berusaha berkali-kali, ia tetap tidak bisa mengepakkan sayapnya. Kupu-kupu itupun tak pernah bisa terbang.

***

Kesulitan yang datang, akan menempa kita menjadi sosok yang kuat menjalani kehidupan.

Dari cerita di atas, sebenarnya kupu-kupu tersebut tengah dalam proses untuk menguatkan tubuh dan sayapnya.

Namun karena datangnya bantuan, justru membuat proses tersebut terganggu dan membuat sang kupu-kupu menjadi lemah dan tak bisa terbang.

Demikian juga dengan manusia. Ketika kita sering menghadapi kesulitan dan cobaan hidup, dan kita berusaha untuk mencari jalan keluar dengan menggunakan seluruh potensi dan kemampuan yang kita miliki, sesungguhnya itu berarti kita tengah menguatkan sayap-sayap kita untuk kuat terbang menuju kesuksesan.

Kemudahan dan kenyamanan dalam hidup menyebabkan kita menjadi statis, tidak memiliki variasi dalam hidup yang menyebabkan kemandekan untuk mengembangkan kreativitas dan penempaan mental.

Sesungguhnya kesulitan-kesulitan adalah obat mujarab agar kita tetap dinamis dan berkembang kreativitasnya.

Orang-orang sukses adalah orang yang suka akan tantangan dan kesulitan, karena disitulah mereka menemukan semangat dan gairah hidup.

Bahkan tak segan mereka sengaja membuat kesulitan-kesulitan ketika kondisi mereka sudah nyaman.

Kata Mutiara : Orang yang Selalu mengeluh ketika dihadapkan pada kesulitan dan permasalahan, serta selalu mengharapkan bantuan dan pertolongan orang lain dalam menghadapinya, akan menjadi manusia yang lemah, dan tak akan pernah menemukan kesuksesan sejati.

ELEMENT BUMI = FILOSOFI KEHIDUPAN MANUSIA

Bumi terbentuk dari empat element dasar. Element dasar yang ada di muka bumi ini ternyata sama dengan filosofi kehidupan yang ada dimuka bumi ini. Element yang membentuk muka bumi yang memiliki kesamaan dengan filosofi kehidupan manusia yakni:

1. API


Api merupakan energi panas yang mampu memusnahkan apa saja. Bumi memiliki sumber api yang terletak pada inti bumi, yakni magma. Magma di Bumi terletak dari inti Bumi hingga kelapisan mantel Bumi. Magma merupakan sisa-sisa api abadi dari Matarhari yang mendingan membentuk planet. Sumber api di muka Bumi ini merupakan element yang jumlah volumenya sangat banyak, maka tak heran jika banyak manusia yang mengelolanya. Selain magma, di alam semesta ini ada sumber api abadi, yakni Matahari.

Pada hakekatnya api tidak selalu berhubungan dengan hal yang jelek. Marilah kita perhatikan bagaimana api itu bisa membuat nasi kita matang, membantu kita dalam memasak air dan lain sebagainya. Asalkan api itu terkontrol dan mengacu pada hal yang tepat, maka yang akan dihasilkan adalah sesuatu yang positif.

Manusia yang memiliki karakteristik emosional tinggi dan berpikiran pendek adalah manusia yang memiliki element api yang besar didalam dirinya. Ketika seseorang meluapkan emosi negatif, seperti dendam, marah, dengki, bahkan nafsu syahwat, maka kita akan melampiaskannya dalam bentuk kemarahan. Api terbesar dalam kehidupan manusia adalah Nafsu, tidak munafik, terkadang sayapun juga mengalaminya, jiwa dan raga ini penuh dengan api yang bergejolak.

Tidak selamanya Api itu memiliki image jelek dalam kehidupa. Sebenarnya ada 2 macam api yang terdapat dalam tubuh manusia, yakni api yang terkontrol dan tidak terkontrol. api yang terkontrol berbentuk luapan semangat dan motivasi. sedangkan api yang tidak terkontrol adalah api kemarahan yang akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

2. TANAH


Tanah adalah element kedua yang ada di Bumi. Element ini terbentuk karena Magma yang mendingin. dan Tanah merupakan element tempat mahklum hidup menginjakkan kakinya dimuka bumi. tanah mampu menumbuhkan berbagai macam tanaman. Karena itu tanah sering di sapa dengan sebuatn "Ibu", "hati" atau pun "Bunda".

Tanah memiliki sifat kesuburan. dimana jika kita menanami tanaman di tanah yang subur, maka menghasilkan tanaman yang subur. Dan jika kita menanami tanaman di tanah yang tandus, maka hasil sebaliknya yang akan kita dapatkan. Tanah adalah simbol dari ketenangan dan kesabaran dan ketegasan. Tanah dalam kehidupan manusia merupakan simbol dari sikap/emosi positif seperti diam, tenang, sabar, dan berlapang dada. Tanah itu kokoh, keras berarti tegas, mempertegas keyakinan kebenaran yang diperoleh dari akal.

manusia dapat bercermin dari tanah, yakni ketika manusia menyerap energi positif maka sebanyak mana ia menyerap energi positif itu, sebanyak itu juga dia keluarkan.

Mereka yang dipercaya Bumi untuk dapat mengelola elemen dasar ini adalah para manusia yang bertekad kuat dan lebih suka main otot daripada otak. Ya, memang tidak begitu jauh dengan karakter api, karena tanah sendiri adalah komponen yang letaknya paling berdekatan dengan magma, bahkan menempel.

3. AIR


Air merupakan elemet yang letaknya berdampingan dengan tanah. dan dimanapun sudah pasti tanah memagari atau sebagai pemagarnya. Air memiliki sifat adalah dingin dan penyejuk. dan didalam tubuh kita, 70%nya adalah air. Konsep kehidupan air digunakan sering sekali kita dengar. slah satunya air selalu bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Konsep lainnya adalah air diam menghanyutkan.

Elemen ini dimiliki oleh manusia yang berkeyakinan teguh, namun mengutamakan intelegensi daripada otot serta memiliki pembawaannya juga tenang, dan mampu mengendalikan emosinya. Namun begitu meluap emosinya, bisa berubah menjadi banjir ataupun gelombang tsunami.

Beberapa perilaku manusia yang menerapkan element air dalam kehidupan, yakni ditemukan manusia yang diam lebih hebat daripada orang yang banyak bicara. Semakin banyak bicara orang itu semakin dangkal ilmunya. Diam bukan berarti berhenti berpikir, melainkan mencari solusi jitu untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.

4. UDARA


Udara adalah bagian terluar Bumi yang berdampingan dengan elemen tanah dan air. udara juga dibutuhkan api untuk dapat terus menghidupkannya atau mematikannya. Udara juga tidak selalu dibutuhkan oleh laut yang dalam dan jumlahnya juga tidak banyak di dataran yang terlampau tinggi. di Bumi Udara yang mengalir disebut angin. tanpa adanya angin tidak ada awan dan hujan. Dan udara didalam tubuh manusia disebut Nafas.

Banyak hal dapat dimanfaati oleh udara. Salah satunya adalah pelapukan benda. Tanpa udara benda tidak akan memiliki berat, manusia juga tak dak pat bernafas, serta mahkluk hidup lainnya juga tak mampu bertahan hidup.

Udara bersifat fleksibel; dapat berteman dengan siapa saja, namun juga dapat menjadi musuh bagi siapa saja. Manusia yang memiliki element ini cenderung berjiwa bebas, pandai, dan imajinatif. Mereka berkepribadian lebih hangat daripada air dan lebih bersahabat dibanding tanah. Namun mereka juga terkadang lebih licik daripada api.

Sifat manusia ketika mereka mengeluarkan ke-Ego-an, ke tidak konsisten dan lalai dari tujuan awal, maka ketika itulah manusia seperti angin. Ke-Ego-an mirip seperti nafsu, ia juga kadang lepas kendali. Kita sudah menggunakan akal kita, namun Ego/Aku berkata lain, maka percuma saja. Ego identik dengan rasa/harga diri, ke-Aku-an.

Label

Agama (8) Akhlaq (7) Arema (1) BBM (2) Bidan (2) BlackBerry (9) Cinta (16) Database (7) Fakta (18) Filosofi (2) Game (1) hacker (2) Hijab (1) hukum (1) Kamera (3) Kehidupan (16) kematian (3) Kesehatan (5) komputer (14) lucu (1) Lumajang (12) malang (12) misteri (8) Motor (5) Narkoba (1) nokia (1) Programing (18) Puisi (28) ramalan (5) remaja (9) Sejarah (3) sony (1) Sql (4) teknologi (5) Tips (21) wanita (20) wisata (24)

Pengikut